Inspiring Site

Coretan : Tentang tangan

“Tanganku, Cintaku, Komitmenku”
nerznina

.

 

Tangan

Kali ini aku ingin bercerita tentang tangan. Sebuah mozaik di masa lalu yang tiba-tiba hari ini muncul lagi. Aku yakin, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua yang telah terjadi adalah takdir, dan beruntung bagi mereka yang belajar dan memperoleh hikmah darinya.Wallahualam

Saat itu aku kelas dua smp, kami mendapat tugas menggambar tangan dari Pak Guru Suwarna. Akupun yakin nama beliau bukan kebetulan membuat beliau menjadi guru kesenian di sekolahku. :)

Seminggu menjelang hari mengumpul tugas aku masih belum tahu bentuk tangan seperti apa yang akan aku gambar. Dua hari aku termangu memandang tangan kiriku. Aku gerakkan sedemikian rupa mencari bentuk yang pas dengan hatiku, hingga membuatku semangat menggambar. Lalu, aku membantu ayah mengangkat kardus yang cukup berat. Berat hingga aku merasa hampir tidak sanggup mengangkatnya. Ayah menasehatiku

dilemesin aja tangannya, biar ga cepet capek. klo berat banget istirahat dulu, trus angkat lagi. kalau sabar, semua terasa ringan”

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini.

Saat aku mulai mengangkat lagi kardus itu, aku melihat tangan kiriku. Aha, ini dia! Bentuk tangan yang aku mau gambar. Saat itu pikiranku masih lugu, aku hanya mencari bentuk tangan dan mulai menggambarnya. Saat aku menyerahkannya, aku cukup puas dengan hasil karyaku. Pak Suwarna memberiku nilai 7.5. Lebih 0.5 dari nilai rata-rata menggambarku. Hehe.. Pak Suwarna adalah guru yang tidak pernah memberi angka 10 pada nilai kesenian. Kata beliau

“kesempurnaan seni itu hanya milik Tuhan, murid-muridku”

Jadi angka 7 adalah angka rata-rata. Tidak pernah ada angka 5 kebawah dalam kamus beliau, karena menurutnya setiap karya itu memiliki nilai seni. 6-6,5 berarti engkau ngerjainnya ngasal. 8 berarti luar biasa dan 9 berarti kamu dewa! haha… Dulu, cinta monyetku adalah dia yang tidak pernah absen mendapat 8 dan 9 di pelajaran seni lukis Pak Suwarna :) .

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini

Sebenarnya itu adalah memori yang biasa saja, tapi hari ini aku belajar banyak dari memori itu. Beberapa hari lalu aku berdiskusi dengan my soul sister . Dia menunjukkan sebuah halaman yang menarik tentang cinta dan komitmen. Berikut kutipannya ;

Love is not using the person for your own pleasure. Much pleasure comes through it, but that is a by-product. You love the person as an end; you are committed………….

Attachment and love never go together; commitment and attachment never go together. Love goes with unattachment. Then love has a purity of the other world. Then love is absolute essence, absolute pureness, innocence. And then there is a commitment. That commitment is eternal.

source : Osho Book “Come Follow to You, Vol4″

Ahh.. Tuhan, kau membuatku memahami lagi, dari memori 10 tahun lalu yang hampir terkubur. Kali ini kata-kata hanya akan memudarkan makna dari hikmahNYA. Mendefinisikan adalah membatasi ketidakpastian dan imaginasi. Untuk sekarang, cukup dinikmati saja di antara benang merah sebuah gambar, kepingan memori dan kutipan buku.

Dan kau, yang membaca tulisan ini, kau juga tahu kan apa yang sedang aku pahami hari ini? :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s