Inspiring Site

“Tuhan, jika dia bukan jodohku maka jauhkan dia…”

Terinspirasi dari sejumlah doa-doa yang seringkali bermunculan di social media, seperti facebook dan twitter, saya tertarik untuk mengupas hal ini. Sering saya membaca kalimat atau bisa disebut doa

“Tuhan, jika dia bukan jodohku maka jauhkan dia/ hapuskan rasa cintaku padanya…”

Mungkin kalimat tersebut bisa terucap saat kita sedang bingung, bimbang dalam menentukan pilihan atau istilah masa kini nya ‘galau’. Tapi entah kenapa, saya kurang setuju jika harus berdoa seperti itu. Rasanya itu doa yang diucapkan oleh mereka yang ‘putus asa’. Oke, jika ada yang bilang “itu kan artinya kita memasrahkan semua pada Allah, karena jodoh, hidup dan mati itu ada di tanganNya”. Ya memang benar, semua (umur, jodoh, mati) sudah ada ketentuannya. Tapi pasrah itu sendiri bukan berarti tanpa melakukan apa-apa kan? Atau tanpa usaha sama sekali?

Pernahkah kita sadari, dengan berdoa seperti itu secara tidak langsung kita telah mengecilkan kuasa Tuhan. Bukankah kita bisa meminta padaNya dengan doa seperti ini, “Tuhan, ia adalah orang yang cinta kepada ibunya dan rasa cintaku padanya sangat besar, semuanya mungkin untuk Kau lakukan maka jadikan takdirku untuk bersamanya”. (hanya contoh, doa bisa diubah sesuai improvisasi masing-masing). Tuhan telah menjamin kan, bahwa doa setiap hambanya pasti dikabulkan dan kitapun yang meminta padaNya harus yakin seyakin yakin nya bahwa doa kita pasti dikabulkan. Mungkin kita tidak menyadari bahwa hal-hal disekeliling kita yang berhubungan dengan cinta sering terjadi diluar logika. Nikah beda Negara, nikah beda agama, nikah beda usia, dan mungkin hal-hal lainnya yang tidak masuk akal. Bukankah tidak ada alasan yang logis tentang kenapa kita jatuh cinta?

Jika kita merasa, hubungan kita tidak mungkin. Seharusnya kita bisa membuat hal itu menjadi mungkin. Tuhan hanya penyusun scenario dan kitalah aktornya. Ketika Tuhan berkata Kun (jadi) Fayakun (maka jadilah). Takdir Tuhan tentang cinta adalah takdir mutlak ketika sebuah hubungan terasa tidak masuk akal, ketika hubungan terasa sudah tidak terkendali atau bahkan ketika hubungan berubah menjadi pertikaian. Tuhan Maha tahu, ketika Hubungan terasa tidak masuk akal dan Tuhan menjadikannya masuk akal maka disitulah Dia menunjukkan eksistensiNya. Ketika Hubungan terasa tidak terkendali maka Tuhan menunjukkan bahwa hubungan tersebut harus dipikir ulang. Atau ketika terjadi pertikaian dalam sebuah Hubungan maka justru Tuhan menyuruh kita bercermin pada kesalahan diri kita masing-masing. So, buat apa mendoakan yang menunjukkan keputus asaan ketika kita bisa mendoakan hal yang lebih baik. 

2 responses

  1. bee

    jodohkanlah aku dengannya, Tuhan. supaya dy bisa melengkapi susunan tulang rusukku

    June 22, 2012 at 1:48 am

  2. Ya Rabb kabulkan doanya…Amin…

    June 27, 2012 at 2:01 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s