Inspiring Site

love anomally <3

-janganlah kau sia-siakan seseorang yang berada disampingmu, karena ketika dia di depanmu kau tak akan bisa mengejarnya- ….

‘hah dia mau bunuh diri??’ sontak gue kaget begitu ada teman yang menyampaikan kalau teman satu angkatan gue sebut saja RT ingin bunuh diri, ketika gue nanya karena masalah apa, and guess what over and over again tentang CINTA. Gue kaget banget, gak nyangka karena si RT ini bisa sampai segitunya dalam menghadapi suatu masalah. Dari yang gue tau RT ini orangnya selalu ceria, kalau di kelas tampaknya Cuma dia yang punya energy yang gak ada habis-habisnya selalu pecicilan kesana kemari, mulutnya gak berhenti berkicau, Pe De abis deh pokoknya. Dan yang gue tau juga si RT ini anaknya mandiri, nyokapnya RT menderita penyakit kronis yang mengharuskan untuk cuci darah rutin. Yang gue pelajari cuci darah atau hemodialisa itu efek sampingnya dapat menurunkan fungsi organ-organ penting terutama jantung, tekanan darah bisa meningkat yang akibatnya bisa stroke, terjadi penumpukan cairan, kalau cairan menumpuk terlalu banyak akibatnya bisa sesak napas, efeknya sistemik ke seluruh tubuh. Akibat dari cuci darah yang bertahun tahun juga menyebabkan nyokapnya RT menderita Hepatitis C, suatu penyakit yang ditularkan melalui cairan tubuh. RT tentu paham dengan keadaan ibunya, kadang dia bercerita kalau sedang di rumah dia sebagai pengganti ibunya, mengurus rumah dan adiknya.

Tapi kenapa begitu dihadapkan pada masalah tentang cinta RT bisa begitu hancur, rapuh, dan kehilangan rasionalitasnya. Ingatan gue ber-flash back ke beberapa bulan lalu, saat gue lagi melihat-lihat beranda facebook, mata gue langsung tertuju ke pembeitahuan bahwa si RT ini sudah ‘in relationship’ with…, gue gak kenal siapa pacarnya. Dalam hati gue bilang, ‘ni anak tiba-tiba udah jadian aja’ karena setau gua RT itu tadinya naksir sama temen sekelas gue juga tapi ko jadianya sma orang lain, tapi ya sudah yang penting temen gue senang. Dan kemarin teman gue ngabarin kalau si RT ini depresi karena hubungan dengan pacarnya harus berakhir, dia (RT) sampe bolos dinas, dia di kosannya nangis, mukul cermin dan mau nyilet arteri radialis di pergelangan tangannya. Padahal RT ini cantik, tajir, pintar apa lagi yang kurang dari dirinya?

Ada lagi temen gue yang keadaanya bertolak belakang dari RT, kita sebut saja dia IM. IM ini yatim piatu sejak lulus SMA dia harus kerja, dia punya adik perempuan satu-satunya. Sejak beberapa minggu yang lalu si IM ini statusnya berubah dari single menjadi ‘in relationship with AP’ gue juga kaget, ko bisa yaaa? Sejak IM jadian yang ternyata setelah gue tau, mereka berdua hanya berkenalan via fb tanpa sebelumnya pernah bertemu, si AP berdomisili di pulau yang berbeda dengan IM. Status-status IM berubah menjadi status layaknya orang yang sedang jatuh cinta, setiap hari penuh pelangi, berbunga-bunga. Tiap kali IM update status si AP akan mengomentarinya ditambah dengan kata-kata dan panggilan sayang *sungguh membuat iri :P* begitupun sebaliknya. Satu hal yang gue pelajari disini yaitu IM BAHAGIA dengan apa yang dia miliki sekarang dan keterbatasan dirinya.. padahal dari segi fisik IM ini jauh dari stereotip cantik menurut criteria sebagian besar laki-laki. Tubuhnya overweight, kulitnya hitam legam (maaf buakn bermaksud menghina, hanya mencoba mendeskripsikan) tapi dia selalu Pe De.

Dulu gue pernah berpikiran, orang-orang yang dikaruniai fisik yang sempurna mereka bisa mendapatkan cinta yang mereka inginkan dengan mudah. Karena itu salah satu obsesi diri gue adalah merapihkan susunan gigi gue yang memang berantakan sejak gigi permanen tumbuh. Dan banyak lagi keinginan-keinginan untuk memperbaiki lahiriah ini. Tapi setelah mempelajari dari kedua temen gue tersebut, semua gak cukup hanya dari satu aspek saja. Banyak sisi yang dipertimbangkan ketika seseorang memutuskan untuk ‘jatuh cinta’. Dan kadang itu bukan sisi yang untuk dipahami. Ketika ada orang yang bertanya, ko bisa suka sih sama dia? Atau pertanyaan-pertanyaan sejenisnya. Dan banyak pula orang yang menjawab, ‘kenapa ya? Gak tau gue suka aja sama dia’. Karena memang hal tersebut bukan untuk dipahami tapi untuk dirasakan. Kita yang merasakan, dan orang lain yang bertanya hanya ingin memahami. Bukan hanya lahiriah, tapi batiniah juga perlu kita percantik  karena segala sesuatu yang baik akan menarik yang baik pula.. pada akhirnya it’s just a matter of time..

Jika cinta adalah matematika, maka yang mencintai kita….
Akan mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga,
Membagi kesedihan hingga tak berarti,
Menambah keyakinan hingga utuh,
Mengurang keraguan hingga habis

-jalan cinta para pejuang-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s